You Raise Me Up

When I am down and, oh my soul, so weary;

When troubles come and my heart burdened be;

Then, I am still and wait here in the silence;

Until you come and sit awhile with me.

You raise me up, so I can stand on mountains;

You raise me up, to walk on stormy seas;

I am strong, when I am on your shoulders;

You raise me up… To more than I can be.

Suatu ketika dulu, masih segar dipikiran ku akan bait-bait lirik ini, berlakunya kisah indah itu waktu berusia maybe dalam linkungan 18 atau 19 tahun. Aku bukanlah dilahirkan pintar seperti mereka-mereka yang lain, sesuatu yang aku ingin lakukan aku lakukan dengan beriya sehinggakn kenalan ku kadang kala pelik dengan sikap ku sebegitu. Aku dahulu bukanlah pelajar pintar yang sering diangkat oleh guru-guru disekolah. Aku cukup biasa waktu itu. Cukuplah dengan tindak tanduk ku yang buat hati yang lain tenang. Aku banyak mengalah. Melihat hati-hati lain senang dengan ku sudah cukup bahagia bagiku.

Sampailah suatu ketika, aku merasakan sesuatu yang luar biasa, yang tidak pernah diperoleh sebelum ini. Perasaan yang cukup bahagia. Seribu satu rasa bermain difikiran. Pada masa itu, aku hanya boleh mengalunkan bait-bait indah di atas untuk menenangkan hati dan membina semangat baru. Dengan itu, aku selalu ingat kata mak, “kita bukan orang senang dik, so belajar la elok-elok.”

Sampai satu ketika, masa tu cuti sebelum sem baru, ayah yang jarang-jarang bersuara, berkata “laluan kamu senang, sejak dari kecik apa saje yang kamu buat, semuanya dipermudahkan oleh Tuhan, sebab apa? sebab kamu x tinggal solat.” Aku jadi tergamam, aku sebak, aku terdiam mengenangkan segala liku-liku hidupku sejak dari aku lahir ke bumi, sekolah rendah pernah diherdik, sekolah menengah diherdik lagi, hinggalah aku menjadi seperti aku yang sekarang. Aku bukanlh jenis yang suka nak condem and bantah apa orang cakap. Aku jenis terima dengan hati terbuka. Biarlah apa orang nak kata, mulut orang kita x boleh nak tutup. Aku memang perasan benda tu, tapi aku hanya perasan waktu berumur 19, tapi rupa-rupanya sejak dari kecik Tuhan mmng sayang akan aku.

Sampailah ketika ini, aku bersyukur dengan apa yang ada, doa yang pernah aku ucapkan pada seseorang dulu sudah termakbul. Aku bahagia. Cuma sekarang aku hanya perlu lebih kuat untuk menghadapi apa yang datang. Semuanya sudah tertulis, andai dikatakan umurku pendek sampai disini sahajalah.

Thanks mak, ayah, along, angah, dan iwan. Cik sayang semuanya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: